Penulis membuat judul dengan drama anggaran daerah karena apa yang menjadi prinsip-prinsip manajemen keuangan daerah sebenarnya telah diabaikan. Banyak rekening yang sebenarnya tidak perlu namun menjadi perlu dengan dalih dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti setoran temuan BPK, setoran atasan dan juga setoran untuk saku si pelaku.
Yang paling banyak sebenarnya pelaksanaan belanja yang tidak sesuai dengan peruntukan dan isinya hanya kepuraan hampir pada setiap rekening belanja. Penulis akan coba ungkapkan bagaimana trik yang dilakukan dalam bermain drama disetiap jenin belanja yang dilakukan.
1. Belanja Pegawai
sering dilahirkan tim-tim yang pada dasarnya tim ini tidak perlu karena sudah ada tim-tim lainnya yang menyelesaikan kasus yang sama. asumsi setiap kegiatan harus ada timnya ini padahal kapasitas kerja nya tidak sesuai untuk membentuk tim. Pemborosan dalam bentuk pembentukan tim ini kalau dalam skala perorangan kecil, tapi kalo ditotalkan untuk sekian banyak orang maka kebocoran anggarannya juga dapat luar biasa besarnya.
2. Belanja Barang Jasa
Adapun rekening yang sering bocor yakni:
a. keperluan ATK
kebanyakan kwitansi dan tanda terima fiktif
b. keperluan BBM
faktur tinggal beli di SPBU jadi hitungannya anggaran minyakya pasti habis.
c. SPPD fiktif, perkiraan penulis nilai kefiktifan dalam perjalanan dinas:
- kekecamatan: 50 % fiktif
- ke kabupaten lain: 40 % fiktif
- antar propinsi : 5% fiktif
tapi dari keseluruhan nya maka walaupun pegawai tersebut tetap melaksanakan perjalanan dinas namun perjalanannya pada dasarnya adalah perjalanan dengan tujuan fiktif yang dibuat-buat, padahal urgensi kepentingannya dapat dikatakan tidak ada, apalagi dengan fasilitas tekhnologi sekarang yang cukup mendukung untuk pelaksanaan komunikasi antar lembaga dan antar individu.
3. Belanja Modal
Pengadaan-pengadaan barang yang dikelola olah panitia pengadaan barang dimana disini ada kerja sama antara panitia dengan pihak lain.
-
3. Belanja Modal
Senin, 02 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar